Wednesday, March 28, 2018

Teori Perdagangan Internasional Modern dan Alternatif


Teori Perdagangan Modern dan Alternatif
Rizal Basri










BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perdagangan merupakan kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya dengan kesepakatan bersama yang telah disepakati antara penjual dan pembeli tanpa adanya paksaan dari salah satu diantara keduanya. Pada masa dimana uang belum ditemukan perdangan terjadi dengan cara tukar menukar barang dengan barang yang dinamakan dengan barter. Barter bisa berlangsung apabila jumlah barang yang ditukar memiliki nilai yang sama yang telah disepakati oleh kedua pihak.
Memasuki masa modern, barter sudah jarang terjadi bahkan tidak terjadi sama sekali karena mengingat susahnya medapatkan barang yang sama nilainya untuk ditukarkan dengan barang lainya. Maka dari itu maka mulailah ditemukannya uang sebagai alat tukar. Uang merupakan alat pembayaran sah yang dikeluarkan oleh suautu negara sebagai alat menukarkan barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi moderen, uang diartikan sebagai sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima oleh semua orang sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa dan sebagai kekayaan yang dimilki oleh setiap orang. Dengan adanya uang maka untuk menjalin perdagangan akan lebih mudah.
Perdagangan terjadi tidak hanya antar dua orang, antar daerah maupun antar provinsi, namun perdagangan dapat terjadi antar dua negara yang disebut dengan Perdagangan Internasional. Perdagangan internasional merupakan kegiatan tukar menukar barang dan jasa antar satu negara dengan negara lainnya dengan kesepakatan yang telah ditentukan bersama. Perdagangan internasional terjadi ketika sumberdaya yang tersedia dalam negara kekurang maupun berblebihan. Pada saat sumber daya dalam suatu negara kekurangan maka negara tersebut akan melakukan perdangan dengan negara lainnya yang memiliki semburdaya yang berlebihan yang disebut dengan impor. Sedangkan negara yang memiliki sumberdaya yang berlebihan dan melakukan perdagangan dengan negara yang kekurang sumberdaya disebut dengan ekspor.
Kegiatan impor dan ekspor memiliki dampak kepada suatu negara. Dengan impor yang berlebihan dapat menurunkan kesejahteraan produsen dalam negeri. Karena ketika ini terjadi dapat menurunkan harga produk dalam negeri yang sama dengan yang diimpor sehingga dapat merugikan produsen dalam negeri. Namun tanpa adanya impor juga kebutuhan dalam negeri tidak tercukupi sehingga ini juga bermasalah. Begitu juga dengan ekspor, dengan melakukannya ekspor suatu produk dapat meningkatkan devisa negara.
Dampak yang disebabkan oleh perdagangan ini menimbulkan beberapa pendapat para ahli ekonomi seperti Adam Smith dan David Ricardo yang berusaha meluruskan kegiatan perdagangan internasional tersebut. Pendapat para ahli ini dituang dalam teori-teori perdagangan internasional. Adapun teori yang dikemukan oleh para ahli ini yaitu teori klasik (Absolut) yang mengatakan bahwa perdagangan terjadi karena negara memiliki keungulan absolut untuk didagangkan sedangkan teori komparatif yaitu keunggulan dilihat dari produktifitas penggunaan waktu produksi suatu barang.
Dari teori klasik (absolut) dan komparatif ini maka lahirnya teori modern dan alternatif teori.

1.2  Rumusan Masalah
Bagaimanakah teori modern dan alternatif dalam perdagangan ?
1.3 Tujuan
Mengetahui teori-teori perdagangan modern dan alternatif.



BAB II
PEMBAHASAN

Teori Modern
2.1 Teori H-O (Heckescher-Ohlin)
Teori H-O (Heckescher-Ohlin) dalam perdagangan internasional pertama kali dikemukakan oleh Bertil Ohlin dalam buku “Interregional and International Trade” pada tahun 1933. Teori ini muncul sebagai penolakan terhadap teori Adam Smith atau teori klasik yang tidak dapat diterima dan dikritik habis-habisan terutama saat depresiasi yang sangat besar saat itu. Teori Bertil  Ohlin ini didasarkan dari buku gurunya, yaitu Eli Heckscher, sehingga teori ini lebih dikenal dengan teori Heckscher-Ohlin atau disingkat dengan  Teori H-O.
Teori Hecksher-Ohlin (H-0) ini menjelaskan perdagangan antara satu negara dengan negara lainnya. Teori ini mengemukakan bahwa suatu negara akan mengekspor komoditi yang produksinya memerlukan lebih banyak faktor produksi yang relatif melimpah dan murah, dan dalam waktu bersamaan akan mengimpor komoditi yang produksinya memerlukan lebih banyak faktor produksi yang sangat sedikit dan mahal di negara tersebut.
Teori H-O juga menjelaskan mengenai penyebab terjadinya perbedaan produktivitas suatu produk dalam negeri. Teori H-O ini mengatakan bahwa produksi yang melimpah dalah suatu negara dapat menyebabkan tejadinya perbedaan produkstivitas suatu produk oleh setiap negara. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan pada harga barang yang dihasilkan. Maka dari itu, teori modern H-O ini dikenal sebagai ‘The Proportional Factor Theory”. Negara yang memiliki faktor produksi yang lebih  banyak dan murah untuk menghasilkan produksinya akan melakukan spesialisasi produksi dan kemudian diekspor barangnya ke negara lain. Sebaliknya, setiap negara akan mengimpor barang tertentu apabila negara tersebut memiliki faktor produksi yang sedikit atau mahal untuk melakukan proses produksinya.
Dalam teori perdagangan internasional modern H-O (Heckescher-Ohlin) dijelaskan dengan menggunaka dua kurva. Pertama  kurva isoquant yaitu kurva yang menggambarkan jumlah kuantitas yang sama. Kedua kurva isocost yaitu kurva yang menggambarkan jumlah biaya yang sama. Dalam Teori ekonomi mikro mengatakan bahwa apabila terjadi persinggungan antara kurva isoquant dan kurva isocost maka akan ditemukan titik optimal. Sehingga dengan penetapan biaya tertentu untuk melakukan produksi suatu negara akan memperoleh produk maksimal atau sebaliknya dengan biaya yang minimal suatu negara dapat memproduksi sejumlah produk tertentu dalam jumlah yang maksimal.
            Menurut Heckescher-Ohlin juga suatu negara dapat melakukan perdagangan internasional apabila memilki keunggulan komparatif yaitu keunggulan dalam teknologi dan keunggulan dalam ketersediaan faktor produksi. Basis dari keunggulan komparatif adalah faktor kelimpahan, yaitu kepimilikan faktor-faktor produksi dalam suatu negara dan faktor Faktor intensity, yaitu teknologi yang digunakan dalam melakukan proses produksi.

2.1.1.  Hipotesis Teori H-O (Heckescher-Ohlin)
Berikut hipotesis yang dikemukakan oleh Teori H-O, antara lain:
1.      Produksi barang ekspor ditiap negara naik, sedangkan produksi barang impor ditiap negara turun.
2.      Jumlah setiap faktor produksi yang dimiliki suatu negara dapat menentukan harga produksi barang tersebut.
3.      Harga labor dari masing-masing negara hampir sama, harga barang jenis A dikedua Negara ini hampir sama demikian pula harga barang jenis B di kedua negara ini hampir sama.
4.      Perdagangan Iternasional akan terjadi antara negara yang mempunyai modal yang besar  dengan negara yang kaya Labor.
5.      Setiap negara akan melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memiliki faktor produksi yang sangat banyak dan murah untuk melakukan produksi. Sehingga Negara yang kaya modal dan sumber dayanya maka ekspornya akan lebih besar kepada negara yang kelebihan Labor.
 2.1.2.  Kelemahan Teori H-O (Heckescher-Ohlin)
            Berikut ini beberapa kelemahan dari teori H-O yang dilihat dari berbagai asumsi dalam dalam teori ini.
a.       Asumsi bahwa kedua negara meenggunakan teknologi yang sama kurang valid. Nyatanya kalau dilihat dari kondisi lapangan setiap negara pasti menggunakan teknologi yang berbeda.
b.      Asumsi bahwa persaingan sempurna dalam semua pasar produk dan faktor produksi lebih menjadi masalah. Hal ini dikarenakan oleh sebagian besar perdagangan adalah produk negara industri yang bertumpu pada diferensiasi produk dan skala ekonomi yang belum mampu dijelaskan dengan model faktor kelimpahan dalam H-O.
c.       Asumsi bahwa spesialisasi penuh suatu negara dalam memproduksi suatu komoditi jika melakukan perdagangan tidak sepenuhnya berlaku karena masih banyak negara yang memproduksi komoditi yang sebagian besar adalah dari impor dari negara lain.

2.2. Teori Opportunity Cost
Opportunity Cost digambarkan sebagai production possibility curve (PPC) yang menunjukkan kemungkinan kombinasi output yang dihasilkan suatu Negara dengan sejumlah faktor produksi secara full employment. Dalam hal ini bentuk PPC akan tergantung pada asusmsi tentang Opportunity Cost yang digunakan yaitu PPC Constant cost dan PPC increasing cost.

2.3. Offer Curve/Reciprocal Demand (OC/RD)
Teori Offer Curve ini merupakan teori yang menggambarkan sebagai kurva yang menunjukkan kesediaan suatu negara untuk menawarkan/menukarkan suatu barang dengan barang lainnya pada berbagai kemungkinan harga. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh dua ekonom inggris yaitu Marshall dan Edgeworth. Kelebihan dari teori offer curve yaitu setiap negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional yaitu mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
Harga faktor produksi ditentukan oleh permintaan dan penawaran dalam penggunaan faktor produksi. Begitu juga dengan penggunaan teknologi dapat menetukan harga suatu produk. Oleh karena hal ini, semua itu akan berakhir pada penentuan keunggulan komparatif dan pola perdagangan (trade pattern) setiap negara. Untuk dapat bersaing di pasar Internasional, ada dua faktor yang senantiasa diperlukan, yaitu kualitas sumber daya manusia dan teknologi. Teori modern perdagangan Internasional yang baik untuk diterapkan adalah teori Offer Curve.

Teori Alternatif Perdagangan Imternasional
2.4. Teori Kemiripan Negara
            Teori ini dikemukakan oleh Staffan Linder (1961) yang menyatakan bahwa perdagangan terjadi antar negara yang memiliki ciri dan kebutuhan yang sama, yaitu selera dan pendapatan. Ada dua asumsi dalam teori ini, pertama ekspor yang dilakukan oleh sebuah negara harus ke pasar-pasar bebas. Kedua untuk mengekspor ke negara lain maka negara tersebut harus memiliki selera dan tingkat pendapatan yang sama.

2.5 Teori Skala Ekonomis
            Skala ekonomis merupakan skala produksi dimana dengan menggunakan biaya persatuan unit output terendah dapat menghasilkan produksi pada titik optimalnya. Spesialisasi perusahaan terhadap suatu produk  dalam suatu negara dan melakukan ekspor produk dengan harga yang lebih murah dapat terjadi jika terdapat skala ekonomi. Skala ekonomi berhubungan dengan jumlah produksi dan tingkat penggunaan faktor produksi khususnya modal. Dengan demikian maka ketersediaan faktor produksi seperti teori H-O sebagai sumber keunggulan komparatif tidak terlalu relevan dalam teori ini.




2.6 Teori Siklus hidup Produk
            Teori siklus hidup produk juga dapat dijadikan dalam melakukan pendekatan untuk memberikan pejelasan terhadap perdagangan internasional. Dalam teori siklus hidup produk ada empat tahapan yang terjadi baik yang prosesnya panjang maupun prosesnya pendek, yaitu sebagai berikut :
·         Pengembangan inovasi, tahap ini dicirikan dengan modal yang besar dan keberadan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dalam penggunaan teknologi yang maju. Dengan ciri yang dimiliki tersebut maka dalam tahap ini hanya idustri besar yang dapat melakukannya.
·         Perluasan, dalam tahap ini banyak produk yang di ekspor karena banyaknya permintaan dalam negeri dan nnegara lain meningkat.
·         Kedewasaan, dalam tahap ini terjadi keunggulan yang berpindah dikarenakan harga produk dan tenaga kerja lebih murah dan mudah ditemukan.
·         Penurunan, dalam tahap ini negara berkembang menajdi eksportir sedangkan negara maju mejadi importis yang disebabkan oleh menurunya saingan dari negara maju terhadap negara berkembang.



KESIMPULAN

Dari pembahasan yang dibahas diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa teori perdagangan modern terdiri dari teori H-O (Heckescher-Ohlin). Teori ini merupakan sanggahan terhadap teori klasik yang dikemukakan oleh Adam Smith dan David Richardo. Yang kedua yaitu teori Opportunity cost dan yang terakhir yaitu teori Offer Curve/Reciprocal Demand (OC/RD).
Sedangkan dalam teori alternatif perdagangan internasional terdapat teori-teori tentang teori kemiripan barang, teori skala ekonomi dan teori siklus hidup produk. Dari berbagi teori ini mengemukan hal yang berbeda yang bertujuan menciptakan proses perdagangan internasional tidak hanya menguntungkan satu negara saja.



DAFTAR PUSTAKA

Bertil Ohlin dan Teori Heckscher – Ohlin, http://www.bimbie.com/bertil-ohlin.htm. Diakses pada 26 Maret 2018.
Faktor Penyebab Terjadinya Perdagangan Internasional. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/12/faktor-penyebab-terjadinya-perdagangan-internasional.html. Diakses pada 26 Maret 2018.
Mengenal Teori Ekonomi Modern: Heckscher – Ohlin.  http://www.bimbie.com/mengenal-teori-ekonomi-modern.htm. Diakses pada 26 Maret 2018.


No comments:

Post a Comment

Analasis Pengaruh Atribut Terhadap Keputusan Konsumen dalam memilih Produk Top Coffee di Kota Bireuen

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Di indonesia kopi adalah komoditi industri pertanian yang sangat penting. Usaha produksi kop...