Teori Perdagangan Modern
dan Alternatif
Rizal
Basri
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perdagangan
merupakan kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya dengan
kesepakatan bersama yang telah disepakati antara penjual dan pembeli tanpa
adanya paksaan dari salah satu diantara keduanya. Pada masa dimana uang belum
ditemukan perdangan terjadi dengan cara tukar menukar barang dengan barang yang
dinamakan dengan barter. Barter bisa
berlangsung apabila jumlah barang yang ditukar memiliki nilai yang sama yang
telah disepakati oleh kedua pihak.
Memasuki
masa modern, barter sudah jarang terjadi bahkan tidak terjadi sama sekali
karena mengingat susahnya medapatkan barang yang sama nilainya untuk ditukarkan
dengan barang lainya. Maka dari itu maka mulailah ditemukannya uang sebagai
alat tukar. Uang merupakan alat pembayaran sah yang dikeluarkan oleh suautu
negara sebagai alat menukarkan barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi moderen,
uang diartikan sebagai sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima oleh
semua orang sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa dan sebagai
kekayaan yang dimilki oleh setiap orang. Dengan adanya uang maka untuk menjalin
perdagangan akan lebih mudah.
Perdagangan
terjadi tidak hanya antar dua orang, antar daerah maupun antar provinsi, namun
perdagangan dapat terjadi antar dua negara yang disebut dengan Perdagangan
Internasional. Perdagangan internasional merupakan kegiatan tukar menukar
barang dan jasa antar satu negara dengan negara lainnya dengan kesepakatan yang
telah ditentukan bersama. Perdagangan internasional terjadi ketika sumberdaya
yang tersedia dalam negara kekurang maupun berblebihan. Pada saat sumber daya
dalam suatu negara kekurangan maka negara tersebut akan melakukan perdangan
dengan negara lainnya yang memiliki semburdaya yang berlebihan yang disebut
dengan impor. Sedangkan negara yang memiliki sumberdaya yang berlebihan dan
melakukan perdagangan dengan negara yang kekurang sumberdaya disebut dengan
ekspor.
Kegiatan
impor dan ekspor memiliki dampak kepada suatu negara. Dengan impor yang
berlebihan dapat menurunkan kesejahteraan produsen dalam negeri. Karena ketika
ini terjadi dapat menurunkan harga produk dalam negeri yang sama dengan yang
diimpor sehingga dapat merugikan produsen dalam negeri. Namun tanpa adanya
impor juga kebutuhan dalam negeri tidak tercukupi sehingga ini juga bermasalah.
Begitu juga dengan ekspor, dengan melakukannya ekspor suatu produk dapat
meningkatkan devisa negara.
Dampak
yang disebabkan oleh perdagangan ini menimbulkan beberapa pendapat para ahli
ekonomi seperti Adam Smith dan David Ricardo yang berusaha meluruskan kegiatan
perdagangan internasional tersebut. Pendapat para ahli ini dituang dalam
teori-teori perdagangan internasional. Adapun teori yang dikemukan oleh para
ahli ini yaitu teori klasik (Absolut) yang mengatakan bahwa perdagangan terjadi
karena negara memiliki keungulan absolut untuk didagangkan sedangkan teori
komparatif yaitu keunggulan dilihat dari produktifitas penggunaan waktu
produksi suatu barang.
Dari
teori klasik (absolut) dan komparatif ini maka lahirnya teori modern dan
alternatif teori.
1.2 Rumusan
Masalah
Bagaimanakah
teori modern dan alternatif dalam perdagangan ?
1.3
Tujuan
Mengetahui
teori-teori perdagangan modern dan alternatif.
BAB II
PEMBAHASAN
Teori Modern
2.1
Teori H-O (Heckescher-Ohlin)
Teori
H-O (Heckescher-Ohlin) dalam perdagangan
internasional pertama kali dikemukakan oleh Bertil Ohlin dalam buku “Interregional and International Trade” pada tahun 1933. Teori
ini muncul sebagai penolakan terhadap teori Adam Smith atau teori klasik yang
tidak dapat diterima dan dikritik habis-habisan terutama saat depresiasi yang
sangat besar saat itu. Teori Bertil Ohlin ini didasarkan dari buku
gurunya, yaitu Eli Heckscher, sehingga teori ini lebih dikenal dengan teori
Heckscher-Ohlin atau disingkat dengan Teori H-O.
Teori Hecksher-Ohlin (H-0) ini menjelaskan perdagangan antara satu negara
dengan negara lainnya. Teori ini mengemukakan bahwa suatu negara akan
mengekspor komoditi yang produksinya memerlukan lebih banyak faktor produksi
yang relatif melimpah dan murah, dan dalam waktu bersamaan akan mengimpor
komoditi yang produksinya memerlukan lebih banyak faktor produksi yang sangat
sedikit dan mahal di negara tersebut.
Teori H-O juga menjelaskan mengenai penyebab terjadinya perbedaan
produktivitas suatu produk dalam negeri. Teori H-O ini mengatakan bahwa produksi
yang melimpah dalah suatu negara dapat menyebabkan tejadinya perbedaan
produkstivitas suatu produk oleh setiap negara. Hal ini dapat menyebabkan
perbedaan pada harga barang yang dihasilkan. Maka dari itu, teori modern H-O
ini dikenal sebagai ‘The Proportional
Factor Theory”. Negara yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak dan murah untuk menghasilkan produksinya
akan melakukan spesialisasi produksi dan kemudian diekspor barangnya ke negara
lain. Sebaliknya, setiap negara akan mengimpor barang tertentu apabila negara
tersebut memiliki faktor produksi yang sedikit atau mahal untuk melakukan
proses produksinya.
Dalam teori perdagangan internasional modern H-O (Heckescher-Ohlin)
dijelaskan dengan menggunaka dua kurva. Pertama
kurva isoquant yaitu kurva yang menggambarkan jumlah kuantitas yang
sama. Kedua kurva isocost yaitu kurva yang menggambarkan jumlah biaya yang
sama. Dalam Teori ekonomi mikro mengatakan bahwa apabila terjadi persinggungan
antara kurva isoquant dan kurva isocost maka akan ditemukan titik optimal. Sehingga
dengan penetapan biaya tertentu untuk melakukan produksi suatu negara akan
memperoleh produk maksimal atau sebaliknya dengan biaya yang minimal suatu
negara dapat memproduksi sejumlah produk tertentu dalam jumlah yang maksimal.
Menurut Heckescher-Ohlin juga
suatu negara dapat melakukan perdagangan internasional apabila memilki
keunggulan komparatif yaitu keunggulan dalam teknologi dan keunggulan dalam
ketersediaan faktor produksi. Basis dari keunggulan komparatif adalah faktor kelimpahan,
yaitu kepimilikan faktor-faktor produksi dalam suatu negara dan faktor Faktor
intensity, yaitu teknologi yang digunakan dalam melakukan proses produksi.
2.1.1. Hipotesis Teori H-O (Heckescher-Ohlin)
Berikut hipotesis yang dikemukakan oleh Teori H-O, antara lain:
1.
Produksi barang ekspor ditiap negara naik,
sedangkan produksi barang impor ditiap negara turun.
2.
Jumlah setiap faktor produksi yang
dimiliki suatu negara dapat menentukan harga produksi barang tersebut.
3.
Harga labor dari masing-masing negara hampir
sama, harga barang jenis A dikedua Negara ini hampir sama demikian pula harga
barang jenis B di kedua negara ini hampir sama.
4.
Perdagangan Iternasional akan terjadi
antara negara yang mempunyai modal yang besar
dengan negara yang kaya Labor.
5.
Setiap negara akan melakukan spesialisasi
produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memiliki faktor
produksi yang sangat banyak dan murah untuk melakukan produksi. Sehingga Negara
yang kaya modal dan sumber dayanya maka ekspornya akan lebih besar kepada
negara yang kelebihan Labor.
2.1.2. Kelemahan Teori H-O (Heckescher-Ohlin)
Berikut ini beberapa
kelemahan dari teori H-O yang dilihat dari berbagai asumsi dalam dalam teori ini.
a.
Asumsi bahwa kedua
negara meenggunakan teknologi yang sama kurang valid. Nyatanya kalau dilihat
dari kondisi lapangan setiap negara pasti menggunakan teknologi yang berbeda.
b.
Asumsi bahwa persaingan
sempurna dalam semua pasar produk dan faktor produksi lebih menjadi masalah.
Hal ini dikarenakan oleh sebagian besar perdagangan adalah produk negara
industri yang bertumpu pada diferensiasi produk dan skala ekonomi yang belum mampu
dijelaskan dengan model faktor kelimpahan dalam H-O.
c.
Asumsi bahwa
spesialisasi penuh suatu negara dalam memproduksi suatu komoditi jika melakukan
perdagangan tidak sepenuhnya berlaku karena masih banyak negara yang
memproduksi komoditi yang sebagian besar adalah dari impor dari negara lain.
2.2.
Teori Opportunity Cost
Opportunity Cost digambarkan sebagai production possibility
curve (PPC) yang menunjukkan kemungkinan kombinasi output yang dihasilkan suatu
Negara dengan sejumlah faktor produksi secara full employment. Dalam hal ini
bentuk PPC akan tergantung pada asusmsi tentang Opportunity Cost yang digunakan
yaitu PPC Constant cost dan PPC increasing cost.
2.3. Offer Curve/Reciprocal Demand (OC/RD)
Teori Offer Curve ini merupakan teori yang
menggambarkan sebagai kurva yang menunjukkan kesediaan suatu negara untuk
menawarkan/menukarkan suatu barang dengan barang lainnya pada berbagai
kemungkinan harga. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh dua ekonom inggris
yaitu Marshall dan Edgeworth. Kelebihan dari teori offer curve yaitu setiap negara
akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional yaitu mencapai tingkat
kepuasan yang lebih tinggi.
Harga faktor produksi ditentukan oleh permintaan
dan penawaran dalam penggunaan faktor produksi. Begitu juga dengan penggunaan
teknologi dapat menetukan harga suatu produk. Oleh karena hal ini, semua itu
akan berakhir pada penentuan keunggulan komparatif dan pola perdagangan (trade pattern) setiap negara. Untuk
dapat bersaing di pasar Internasional, ada dua faktor yang senantiasa
diperlukan, yaitu kualitas sumber daya manusia dan teknologi. Teori modern perdagangan
Internasional yang baik untuk diterapkan adalah teori Offer Curve.
Teori Alternatif Perdagangan Imternasional
2.4.
Teori Kemiripan Negara
Teori ini dikemukakan oleh Staffan
Linder (1961) yang menyatakan bahwa perdagangan terjadi antar negara yang memiliki
ciri dan kebutuhan yang sama, yaitu selera dan pendapatan. Ada dua asumsi dalam
teori ini, pertama ekspor yang dilakukan oleh sebuah negara harus ke
pasar-pasar bebas. Kedua untuk mengekspor ke negara lain maka negara tersebut
harus memiliki selera dan tingkat pendapatan yang sama.
2.5
Teori Skala Ekonomis
Skala ekonomis merupakan skala
produksi dimana dengan menggunakan biaya persatuan unit output terendah dapat
menghasilkan produksi pada titik optimalnya. Spesialisasi perusahaan terhadap
suatu produk dalam suatu negara dan
melakukan ekspor produk dengan harga yang lebih murah dapat terjadi jika
terdapat skala ekonomi. Skala ekonomi berhubungan dengan jumlah produksi dan
tingkat penggunaan faktor produksi khususnya modal. Dengan demikian maka ketersediaan
faktor produksi seperti teori H-O sebagai sumber keunggulan komparatif tidak
terlalu relevan dalam teori ini.
2.6
Teori Siklus hidup Produk
Teori siklus hidup produk juga dapat
dijadikan dalam melakukan pendekatan untuk memberikan pejelasan terhadap
perdagangan internasional. Dalam teori siklus hidup produk ada empat tahapan
yang terjadi baik yang prosesnya panjang maupun prosesnya pendek, yaitu sebagai
berikut :
·
Pengembangan inovasi,
tahap ini dicirikan dengan modal yang besar dan keberadan sumber daya manusia
yang memiliki ketrampilan dalam penggunaan teknologi yang maju. Dengan ciri
yang dimiliki tersebut maka dalam tahap ini hanya idustri besar yang dapat
melakukannya.
·
Perluasan, dalam
tahap ini banyak produk yang di ekspor karena banyaknya permintaan dalam negeri
dan nnegara lain meningkat.
·
Kedewasaan, dalam
tahap ini terjadi keunggulan yang berpindah dikarenakan harga produk dan tenaga
kerja lebih murah dan mudah ditemukan.
·
Penurunan, dalam
tahap ini negara berkembang menajdi eksportir sedangkan negara maju mejadi
importis yang disebabkan oleh menurunya saingan dari negara maju terhadap
negara berkembang.
KESIMPULAN
Dari pembahasan yang dibahas diatas maka dapat diambil
kesimpulan bahwa teori perdagangan modern terdiri dari teori H-O (Heckescher-Ohlin). Teori ini merupakan sanggahan terhadap teori klasik
yang dikemukakan oleh Adam Smith dan David Richardo. Yang kedua yaitu teori
Opportunity cost dan yang terakhir yaitu teori Offer Curve/Reciprocal Demand (OC/RD).
Sedangkan dalam teori alternatif perdagangan
internasional terdapat teori-teori tentang teori kemiripan barang, teori skala
ekonomi dan teori siklus hidup produk. Dari berbagi teori ini mengemukan hal
yang berbeda yang bertujuan menciptakan proses perdagangan internasional tidak
hanya menguntungkan satu negara saja.
DAFTAR PUSTAKA
Bertil Ohlin
dan Teori Heckscher – Ohlin, http://www.bimbie.com/bertil-ohlin.htm. Diakses
pada 26 Maret 2018.
Faktor Penyebab Terjadinya Perdagangan Internasional.
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/12/faktor-penyebab-terjadinya-perdagangan-internasional.html.
Diakses pada 26 Maret 2018.
Mengenal Teori Ekonomi Modern: Heckscher – Ohlin. http://www.bimbie.com/mengenal-teori-ekonomi-modern.htm.
Diakses pada 26 Maret 2018.
