Tuesday, November 1, 2016

Cara Membuat Pestisida Nabati Alami Dari Tanaman Serai

Tanaman serai atau sereh adalah tanaman anggota suku rumput - rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan.Serai memiliki nama latin Cymbopogon Nardus L, tanaman serai berasal dari selatan india atau srilanka,penyebaran tanamn ini ke negara - negara yang memiliki iklim tropis seperti Asia, Amerika, Afrika dan lain sebagainya.

Serai dapat tumbuh subur dan alami diberbagai kondisi tanah di daerah Tropika yang lembab, cukup sinar matahari serta dengan curah hujan yang tinggi, penyebaran tanaman serai di Indonesia banyak terdapat di Pulau Jawa.

Dilihat dari sisi kesehatan Serai mengandung senyawa - senyawa yang sering digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Adapun kandungan yang ada di dalam tanaman serai adalah sebagai berikut :
  • Geraniolo
  • Sitronelol
  • Minyak atsiri
  • Geranil butirat
  • Eugenol
  • Limonen, dll
Adapun manfaat senyawa - senyawa diatas untuk kesehatan diantaranya :
  • Serai mencegah penyakit kanker
  • Mengobati gangguan pencernaan
  • Menurunkan tekanan darah
  • Detoksifikasi
  • Manfaat pada sistem saraf
  • Berfungsi sebagai analgesik
  • Memperindah kulit, dll   
Dilihat dari segi pertanian, untuk tanaman khususya Pestisida Nabati Alami, Tanaman serai mengandung senyawa Sitronela yang tidak disukai nyamuk dan berbagai serangga. Dengan demikian serai dapat digunakan sebagai Pestisida Alami.

Dengan kandungan Minyak Atsiri yang tinggi pada tanaman serai juga dimanfaatkan untuk pertanian organik yang dapat dijadikan sebagai alternative pestisida anorganik yang berfungsi sebagai bakterisida, insektisida serta nematisida.

Berkat kandungan yang terkandung yang dalam minyak atsiri pada tanaman serai ini khusunya senyawa sitronela, serai dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman seperi kutu tanaman,serangga,serangga, cacing dan beberapa jenis jamur.

Pestisida nabati alami dari tanaman serai ini dapat diterapkan pada tanaman padi, palawija, dan tanaman sayur - sayuran, dikarenkan Pestisida Nabati Alami dari tanaman serai ini tidak mengandung bahan kimia sehingga aman bagi sayuran kalau mau dikonsumsi.

Cara Membuat Pestisida Alami dari Tanaman Serai
  1. Haluskan bagian tanaman serai seperti bagian daun,batang dan akarnya.
  2. Setelah seluruh bagian tanaman benar - benar halus, Lanjutkan dengan merendam dalam air bersih, dengan perbandingan 200 gr : 10 Liter air selama 24 jam.
  3. Kemudian saring endapan air rendaman tersebut.
Cara menerapkan Pestisida Nabati Alami  dari tanaman serai
adalah dengan cara disemprotkan  ke tanaman yang terkena hama dan penyakit, jika serangan dan penyakit pada tanaman tinggi, maka lakukanlah penyemprotan dengan bertahap sampai hama dan penyakit hilang.
Demikianlah cara membuat Pestisida Nabati Alami dari Tanaman Serai.
Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat !!!!

Sumber
www.kabartani.com

TTD
Rizal Basri

Tuesday, September 27, 2016

PEMBANGUAN PERTANIAN MEMBANGUN BANGSA


Nama  : Rizal Basri
Nim     : 150320090

PEMBANGUAN PERTANIAN MEMBANGUN BANGSA

Pembangunan pertanian diartikan sebagai proses jangka panjang berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, memantapkan ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan perekonomian wilayah.
Sebagian besar penduduk Indonesia berada dipedesaan dan kehidupan mereka terutama dari usaha pertanian, maka setiap kegiatan pembangunan pertanian seharusnya dapat mencapai berbagai tujuan berikut ini, secara simultan yaitu:
a.      peningkatan produksi,
b. peningkatan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat setempat serta pengentasan kemiskinan,
c.      peningkatan pemerataan dan keadilan,
d.     penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat tani,
e.   penggunaan sumber daya setempat yang meliputi termasuk sumber genetik, fisik dan manusia,
f.       peningkatan dan pelestarian kualitas lingkungan hidup, dan
g.  pengakuan dan penghargaan terhadap kearifan dan pengetahuan masyarakat tradisional/lokal. Prinsip dan tujuan simultan tersebut dapat dicapai melalui penerapan pertanian berwawasan lingkungan atau pertanian berkelanjutan.

Salah satu karakteristik dalam pembangunan ekonomi adalah pergeseran jangka panjang populasi dan produksi dari sektor pertanian menjadi sektor industri dan sektor jasa. Hanya sebagian kecil masyarakat dalam negara industri yang hidup dari sektor pertanian (Lynn, 2003).
Konsep strategi pembangunan berimbang (balanced growth), yaitu pembangunan di sektor pertanian dan sektor industri secara bersamaan merupakan tujuan pembangunan yang paling ideal.Pada kenyataannya konsep strategi pembangunan berimbang tidak dapat dilakukan oleh negara berkembang, hal ini dikarenakan sumber daya yang tidak mencukupi untuk melakukan pembangunan di sektor pertanian maupun sektor industri sekaligus (Lynn, 2003).

Kondonassis et al. (1991) menjelaskan bahwa pembangunan pada sektor pertanian merupakan batu loncatan menuju pembangunan pada sektor industri. Keberhasilan pembangunan industri di negara Jepang dan Taiwan merupakan lanjutan keberhasilan pembangunan di sektor pertanian. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dan Taiwan merupakan kontribusi yang sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian. Pemerintah Jepang dan Taiwan juga berhasil dalam membangun budaya kerja sehingga rakyat mereka memiliki produktivitas yang tinggi.
Faktor-faktor  yang mempengaruhi bahwa sektor pertanian perlu dikembangkan dan dimajukan di Indonesia adalah :

1.      Potensi sumber daya yang sangat besar dan beragam
2.      Pangsa pasar terhadap pendapatan nasional cukup besar
3.      Peranan petani dalam penyediaan pangan masyarakat
4.      Menjadi basis pertumbuhan ekonomi
5.      Kontribusi terhadap kesempatan kerja
6.      Kontribusi pertanian terhadap devisa
 
PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN

 
  1. Sektor pertanian diharapkan sebagai tempat penyerapan tenaga kerja terbesar dalam upaya membantu mengatasi masalah pengangguran. Dengan demikian sektor pertanian dan perdesaan dapat diharapkan menjadi penopang utama sistem perekonomian nasional, sekaligus mendorong ke arah pengentasan kemiskinan.
  2. Sektor pertanian juga berfungsi sebagai penghasil makanan pokok untuk mengurangi ketergantungan pangan kepada pasar dunia sehingga sektor pertanian terkait dengan stabilitas, perekonomian nasional.  
  3. Peran strategis lainnya dalam pembangunan pertanian yang tangguh adalah mendorong ekspor dan mengurangi impor produk pertanian, meningkatkan jumlah devisa dan sekaligus akan meningkatkan pembangunan wilayah.  
  4. Dengan meningkatkan pembangunan pertanian akan memberikan implikasi kepada peningkatan kinerja sektor industri karena terdapat keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dengan sektor industri. 
  5. Mengingat pentingnya sektor pertanian dalam perekonomian nasional, maka sudah sewajarnya sektor pertanian dan pedesaan dijadikan motor penggerak pembangunan ekonomi bangsa.
          Pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani.Disamping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. Oleh karena itu,pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat.
Ketiga tantangan tersebut menjadi sebuah kerja keras bagi kita semua apabila menginginkan pertanian kita dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) terkait strategi pembangunan pertanian di Indonesia, yaitu sebagai berikut:


  • Optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan.  
  • Regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh undang-undang. 
  • Penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian/pedesaan, dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK.
  • Indonesia harus mampu keluar dari WTO dan segala bentuk perdagangan bebas dunia pada tahun 2014. 
  • Perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan lokal serta pemanfaatan secara maksimal hasil-hasil penelitian ilmuwan lokal. 
  • Mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.  
  •  Peningkatan mutu dan kesejahteraan penyuluh pertanian.
  • Membuat dan memberlakukan Undang-Undang perlindungan atas Hak Asasi Petani.  
  • Memposisikan pejabat dan petugas di setiap instansi maupun institusi pertanian dan perkebunan sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.   
  •  Mewujudkan segera reforma agraria.
  • Perimbangan muatan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian serta penyusunan konsep jam tayang khusus untuk publikasi dunia pertanian di seluruh media massa yang ada   
  • Bimbingan lanjutan bagi lulusan bidang pertanian yang terintegrasi melalui penumbuhan wirausahawan dalam bidang pertanian (inkubator bisnis) berupa pelatihan dan pemagangan (retoling) yang berorientasi life skill, entrepreneurial skill dan kemandirian berusaha, program pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda melalui kegiatan magang ke negara-negara dimana sektor pertaniannya telah berkembang maju, peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi pertanian, pengembangan program studi bidang pertanian yang mampu menarik generasi muda, serta program-program lain yang bertujuan untuk menggali potensi, minat, dan bakat generasi muda di bidang pertanian serta melahirkan generasi muda yang mempunyai sikap ilmiah, professional, kreatif, dan kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan pertanian Indonesia, seperti olimpiade pertanian, gerakan cinta pertanian pada anak, agriyouth camp, dan lain-lain.
  • Membrantas mafia-mafia pertanian.

Banyak hal yang harus kita lakukan dalam mengembangkan pertanian pada masa yang akan datang. Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utama yang menjadi prioritas dalam melakukan program apapun. Tentu hal itu tidak boleh hanya menguntungkan satu golongan saja namun diarahkan untuk mencapai pondasi yang kuat pada pembangunan nasional. Pembangunan adalah penciptaan sistem dan tata nilai yang lebih baik hingga terjadi keadilan dan tingkat kesejahteraan yang tinggi.
Pembangunan pertanian harus mengantisipasi tantangan demokratisasi dan globalisasi untuk dapat menciptakan sistem yang adil. Selain itu harus diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, khususnya petani melalui pembangunan sistem pertanian dan usaha pertanian yang kuat dan mapan. Dimana Sistem tersebut harus dapat berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan desentralistik.

Analasis Pengaruh Atribut Terhadap Keputusan Konsumen dalam memilih Produk Top Coffee di Kota Bireuen

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Di indonesia kopi adalah komoditi industri pertanian yang sangat penting. Usaha produksi kop...